Souvenir Grand Prize Pernikahan..

June 29, 2008 on 11:08 am | In funny-fun | 6 Comments

Sabtu malam (28/6) saya kebetulan tidak ‘diapeli’ Rampok, karena dia mewajibkan dirinya pergi ke Bandung dalam rangka Kopdar sama temen2 blogger.. Sayangnya saya pribadi berhalangan hadir karena alasan persiapan ujian komprehensif di kampus.. Maap ya teman2, kita belum bisa ketemu sekarang tapi kopdar berikutnya saya akan usahakan hadir kok..

Berhubung lagi gak ada acara, kakak menawarkan untuk ikutan ke resepsi pernikahan salah seorang teman kantornya.Kira-kira Jam 7 malam saya dan kakak cap-cus ke World Trade Centre Sudirman. Tadinya saya sempet bingung sejak kapan gedung perkantoran yang elit begitu bisa disewakan untuk perhelatan pernikahan. Tapi sesampainya di sana, emang beneran bisa di sewakan untuk perhelatan pernikahan ko.. Wow hebatt..(maklum deh kan jarang ke kawinan orang..hehehehe)

Sesampainya di dalam gedung dan setelah bercengkrama dengan teman2 kakak saya beserta mempelai, tibalah saat melempar buket yang ditujukan kepada para undangan yang belum menikah. Mitosnya bagi yang mendapatkan buket mempelai tersebut, akan segera menyusul ke pelaminan.. Ini baru “katanya” lho… Mudah2an beneran..Maunya sih..

Ternyata buket yang dilemparkan terdiri dari banyak bunga yang dikemas cantik secara individu. dari semua bunga berpita emas yang dilemparkan saya mendapatkan pita yang berwarna pink yang artinya saya berkesempatan untuk mendapatkan grand prize dari mempelai. Kata MC-nya isi hadiah itu sih handphone, tapi saya gak percaya soalnya hari gini gak mungkin ada orang mau kasih HP. setelah saya buka, emang beneran isinya HP esia yang warna pulak..Wah rejeki nomplok nih..hehehe..

hape esia 1      

Well, ini jadi pengalaman pertama saya datang ke pernikahan orang selain dapet suvenir, makanannya juga enak trus dapet HP pulak..Yang pasti ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan semoga masih akan ada pengalaman serupa yang lebih seru berikutnya..Ditunggu…

The Journey at Solo City…(3)

June 23, 2008 on 11:56 am | In funny-fun, kuliner | No Comments

Di hari ketiga saya berada di Kota Solo membuat saya sadar bahwa di Hari itu merupakan hari terakhir saya di sana, karena sore nanti tepatnya jam 4 sore saya harus terbang kembali ke Jakarta..Jadi sebisa mungkin saya mengejar tempat-tempat yang sudah direncanakan..

Kunjungan pertama di hari ketiga dimulai dengan menyambangi pasar barang antik yang letaknya di belakang pasar Triwindu yang berdekatan juga dengan Mangkunegaran. Pada pandangan pertama, saya langsung merasa takjub. Soalnya di pasar ini terdapat barang-barang antik yang keren dan asli ja-dul (jaman dulu banget) semua..Dari perangkat makan, guci-guci, kain batik, setrikaan yang masih pakai arang, lampu teras yang unik dan meja antik yang saya taksir akan tetapi belum sempat tawar-menawar eh malah udah di samber turis asing..Yah belum rejeki kali yaaa..

pasar barang antik  pasar barang antik..2

Pasarnya tidak terlalu besar, perkiraan saya jumlah kiosnya tidak lebih dari 50 kios. Ketika saya tiba di pasar tidak banyak kios yang buka, karena pada hari itu merupakan hari minggu yang merupakan hari libur bagi kebanyakan pemilik kios di pasar itu. Sayang sekali saya juga tidak lama berada di sana dan belum menemukan barang yang mau di beli..

lorong di pasar barang antik

Pasar barang antik ini menawarkan barang-barang antik yang sangat unik dari berbahan metal (tembaga, perak, dan sebagainya) sampai dengan yang berbahan kayu. Pokoke akeh tenan!! Saya dapat tips dari teman bunda, kalau mau belanja di pasar barang antik kita harus pintar-pintar memilih karena bisa jadi salah kira yang tadinya dikira barang antik eh taunya antik palsu. Selain itu ketika menawar harga juga harus sesuai dengan kualitas barang dan sebisa mungkin kita menunjukkan bahwa kita tidak terlalu membutuhkan barang tersebut, karena bisa-bisa kita kena tembak harga yang selangit.

Setelah berkeliling pasar antik, perjalanan dilanjutkan ke warung makan Bebek Gorengnya Pak Slamet yang terkenal special dengan sambal Koreknya.. Ini merupakan informasi dari teman saya yang menganjurkan saya untuk datang kesana sebelum pulang ke Jakarta. Letaknya di luar kota Solo tepatnya di Jl. A. Yani Kartasura, ke arah kabupaten Sukoharjo. Tanpa basa-basi saya dan rombongan pun langsung memesan 6 porsi bebek goreng untuk makan di tempat dan 10 porsi bebek goreng untuk dibawa pulang ke Jakarta. Soalnya enak banget sih, bebek Gorengnya itu empuk buangeth dan gurih sampai ke dagingnya. Ditambah lagi dengan sambal koreknya yang puedesny nendang banget.. Sampai bisa membuat yang makan mengeluarkan air mata murni karena saking pedesnya tuh sambel. Gak nyesel deh jadinya jauh-jauh ke warung makannya Pak Slamet, cuma buat makan bebek gorengnya..Nyam..nyam..endang bambang gulindang…

bebek goreng pak Slamet

Setelah makan siang yang lezat kami semua langsung bergegas pulang utuk berkemas siap-siap pulang ke Jakarta. Pukul 3 sore kami pun tiba di Bandara Udara Adi Sumarmo langsung check-in dan langsung menuju ke ruang tunggu. Akhirnya jam 4 kurang kami pun berangkat menuju Jakarta, selama di dalam pesawat saya selalu mengenang masa liburan saya di Solo yang sudah pasti tidak akan terlupakan.. Sesempatnya saya mengambil gambar suasana langit di atas Teluk Jakarta menjelang ketibaan saya di Jakarta kembali..

suasana langit di atas Teluk Jakarta

Suatu hari nanti saya harus kembali lagi ke sana karena masih banyak tempat yang belum di datangi dan makanan khas yang belum sempat saya cicipi..Well, Solo I’ll be back!!

The Journey at Solo City…(2)

June 19, 2008 on 11:29 am | In funny-fun | 3 Comments

Hari kedua kali ini diawali dengan sarapan Serabi Solo Notosuman yang dibawakan oleh teman bunda ketika menuju ke hotel tempat kami menginap. Serabinya enak buanget, ampe speechless saya kalau disuruh menceritakannya lagi. Rasanya itu gabungan antara rasa manis, asin (karena ada santan), gurih, dan hangat karena di beli ketika serabinya masih dimasak, istilahnya fresh from the oven.. Saya sampai makan 6 buah serabi lho (itu laper apa doyan??)..Pokoke muanteb tenan!!

Setelah kenyang sarapan serabi, kami pun langsung cap-cus dari hotel menuju ke pasar Gede. Disana kami minum Dawet Solo yang katanya terkenal sangat enak. Awalnya saya merasa asing dengan minuman ini, padahal banyak banget dijual di Jakarta. Masalahnya ada perbedaan mencolok, dimana dawet di Solo itu isinya selain cendol yang warna hijau itu ada bubur sumsumnya, selasih, tapai ketan dan tidak pakai gula merah serta nangka melainkan pakai sirup gula putih yang rasanya jadi unik banget.. Cocok banget untuk minum di siang bolong, badan jadi adem dan endang bambang gulindang deh (katanya pak Bondan Winarno)..hehehehe..

Setelah minum dawet, kami pun langsung bergegas menuju Pasar Klewer yang merupakan tujuan utama kami ke Solo. Banyak yang cerita kalau Pasar Klewer merupakan pasar tradisional yang sumpek, pengap dan banyak yang suka menipu pembeli. Persepsi saya jadi negative melulu sebelumnya, tapi ketika saya tiba di sana semua persepsi yang tadinya dominan jadi kalah dan hilang semua. Menurut gambaran saya, Pasar Klewer merupakan pusat penjualan batik terbesar yang pernah saya temui, tempatnya sangat menarik tidak sesumpek Pasar Jatinegara didekat rumah, tidak pengap dan penjualnya ramah-ramah kok. Saya jadi heran kenapa banyak yang cerita yang negative mulu ya. Dan gak heran juga kenapa semua wisatawan baik domestik dan mancanegara merasa gak afdol kalau gak mampir ke Pasar Klewer.. Semuanya membeli batik Khas Solo dengan kuantitas yang cukup mencengangkan alias buanyak buanget..

gateaway to Pasar Klewer Solo lorongnya lebar juga yaaa...

Seperti pada umumnya yang namanya shopping gak di mal ataupun di pasar tradisional pun pastinya bikin kaki pegel-pegel dan capek keliling saking banyak baju yang bagus-bagus dan unik juga. Terutama kain jarik (kain batik yang belum jadi baju) yang dicari-cari oleh kakak perempuan saya. Dia ngebet banget nyari baju sarimbit (kembaran dengan pasangan) buat dia dan pacarnya. Kendala yang dia hadapi yaitu ukuran tubuh pacarnya yang extra jadinya susah banget cari sarimbit yang langsung jadi. Alhasil harus beli kain mentahnya yang nanti bisa dijahit agar pas di badan. Setelah keliling-keliling, akhirnya dapet juga kain yang dicari. Bahannya bagus dan murah banget.. Dari 100ribu rupiah bisa ditawar jadi 70ribu rupiah lho.. Enak banget kan belanja di pasar Klewer, bisa dapet barang bagus dengan harga yang bersahabat..

ketemu juga Sarimbitnya..hahha...

Pokoke acara hari kedua ini saya sebut Shopping til I drop my feet selonjoran.Hahahahaha..

The Journey at Solo City…(1)

June 17, 2008 on 3:29 pm | In funny-fun, kuliner | No Comments

Jumat minggu lalu tepatnya tanggal 13 Juni 2008 saya bersama kakak perempuan dan bunda tersayang pergi berlibur ke kota Solo. Kami pergi kesana bersama dengan 2 orang teman bunda. Rencana awalnya hanya untuk mencari kain batik untuk seragaman di pernikahan salah satu putranya teman bunda. Tapi untuk saya pribadi, ini adalah kesempatan emas berlibur di Kota yang terkenal dengan kekentalan buadayanya itu.. Betapa senangnya saya ketika mendengar rencana tersebut dan di tiap hari sebelumnya saya selalu menghitung hari karena saking tak sabarnya. Maklum deh ini kan pertama kalinya saya ke Kota Solo hanya full untuk liburan..hehehehe..

Jumat sore kira-kira pukul empat sore saya take-off dari bandara Soekarno-Hatta menuju Solo yang menempuh waktu kurang lebih sekitar 45-60 menit. Kemudian kira-kira jam lima sore sore saya landing di bandara Adi Sumarmo, setelah ambil bagasi total waktunya jadi jam setengah enam saya baru bisa naik taksi menuju ke Hotel yang sudah saya pesan jauh-jauh hari sebelumnya. Kebetulan pada hari itu bertepatan dengan diadakannya acara resepsi pernikahan salah satu Putri Raja Mangkunegaran yang menikah dengan artis penyanyi Sarwana (salah satu penyanyi dari Group Warna). Karena adanya acara tersebut, seakan-akan pusat perhatian seluruh Indonesia terpusat ke Kota Solo yang merupakan tempat dimana Kerajaan Mangkunegaran berada.

Efek yang saya dapat yaitu jadi agak susah dapet hotel bintang lima di Solo, karena sudah semuanya full-booked. Alhasil saya Cuma bisa booking hotel bintang 3, tapi lumayan nyaman sih meskipun tidak memiliki fasilitas selengkap hotel bintang 5..

Begitu tiba di kamar hotel saya langsung mandi karena jadwal jalan-jalan malam sudah tidak sabar menunggu.. (agak le-bay deh jadinya saking excited-nya..). setelah kegiatan bersih-bersih selesai saya beserta rombongan, langsung tancap gas muter-muter Kota Solo yang ternyata berpusat di Jalan Slamet Riyadi dimana Kraton Surakarta dan Mangkunegaran berada.. Wah gak mau rugi langsung ngomong ke temen bunda boleh gak ya masuk ke kraton, mu liat pengantennya nih.., sayangnya acara tersebut hanya berlaku untuk undangan saja. Selain pihak yang memiliki undangan tersebut dilarang masuk. Sedih deh jadinya, tapi gak papa deh bisa terobati dengan makan malam yang unik yaitu makan Nasi Liwet Bu Sri yang letaknya tidak jauh dari Mangkunegaran. Rasa nasi liwetnya pas banget, enak, gurih dan tidak makteh seperti nasi uduk di Jakarta. Padahal nasi Liwet itu cara buatnya tidak jauh beda dengan nasi uduk lho, perbedaannya hanya satu yaitu nasi liwet dibuat tidak pakai serai.

nasi liwet bu Sri

Sudah begitu ditemani dengan lauk-pauk yang sangat menggugah selera seperti sambal goreng labu siam, telur pindang, sambal goreng krecek (muanteb banget!), dan opor ayam. Itu menu utama yang langsung disajikan, ada lagi lauk pendampingnya seperti sate usus + uritan (telur ayam yang belum jadi), tahu dan tempe bacem, dan lain-lainnya dengan harga sangat murah yaitu Rp. 6000,- . Makan malam saya kali itu menjadi lebih special lagi karena ditemani dengan minuman hangat yang juga khas di Jogjakarta yaitu Wedang Ronde yang harganya Rp. 4000,-. Di Solo juga ada lagi minuman khasnya yaitu Wedang Dongo Kacang Putih, nah minuman ini berbeda dengan wedang ronde. Wedang Dongo ini tidak mengandung jahe yang dapat menghangatkan tubuh.

wedang Ronde...yummy...

warung dongo

Setelah selesai makan malam, saya dan rombongan langsung cap-cus menuju ke hotel lagi, karena badan terasa letih sekali setelah putar-putar kota Solo. Dan pastinya acara di hari kedua akan sangat menarik kalau badan ini juga fit.. Ya toh??

Kriuk-Kriuk Pizza Mamma Miaaa..

June 3, 2008 on 5:11 pm | In kuliner | 6 Comments

Malam minggu kemaren batal kencan bareng pacar lantaran mesti ke resepsi pernikahan kolega nyokap di bandung.. Alhasil acara kencan dilaksanakan pada hari minggu, tepat keesokan harinya..

Pagi harinya seperti biasa, saya sekeluarga nge-riung depan tv sambil menikmati pisang molen dan kripik belado oleh-oleh dari sodara. Selagi nonton tv ada acara Si Unyil yang tayang di Trans7. Kebetulan waktu itu tayangannya tentang jajanan baru yang ternyata gak jauh dari rumah. Namanya ‘Pizza Kriuk’, letaknya di Jl. Balai Pustaka Timur Rawamangun. Pas sebelahan ama ‘burger Klenger’ dan ‘Roti Maryam’. Pendiri franchisenya udah sukses banget menurut saya. Soalnya dengan tanpa marketing (iklan) yang gila-gilaan, dia udah punya pelanggan yang banyak banget. Termasuk saya juga lho…

Awalnya karena bingung mau nongkrong dimana kalau lagi malam mingguan ama pacar, trus ketemu tempat nongkrong dengan menu utamanya yaitu burger Klenger. Lalu besoknya muncul stand baru, dinamakan Pizza Kriuk. Tadinya bingung, emangnya ada ya pizza yang bisa kriuk-kriuk kalau dimakan. Ternyata pas mencoba salah satu menu pizza kriuk yang ditawarkan (kebetulan waktu itu nyoba pizza kriuk meat lover dan chicken BBQ) rasanya gak kalah dengan pizza asli Italia. yummmyyy…

Hanya saja pizza ini gak bisa dimakan sekompi, maksimal berdua aja. Ukurannya mini dan tipis, nah itulah yang membuat pizzanya jadi kriuk kalo dimakan. Cocok banget untuk jadi cemilan selagi nongkrong dan harganya terjangkau banget kok. Pas buat kantong mahasiswa kaya saya..

Pelanggannya bisa dikatakan dari kalangan anak-anak sampai orang tua, dari kalangan ekonomi rendah sampai dengan ekonomi keatas. Soalnya makanannya enak dan murah pulak, jadi banyak deh yang datang.

Saya yakin banget setelah baca artikel ini, pasti anyak yang penasaran. Makanya saya sertakan foto tempatnya dan foto bagaimana ‘sang koki’ pizza kriuk membuat pizzanya..

Buat yang penasaran, saya sertakan petanya juga…berdasarkan request teman-teman..Tempat pizza kriuk-nya dengan lambang X warna merah.. selamat berjelajah…

peta balai pustaka rwmangun

Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez. Theme pack from WPMUDEV by Incsub.
Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^